Langsung ke konten utama
sumber daya dan cadangan tembaga
Tembaga adalah hasil tambang yang digunakan dalam bidang kelistrikan, hal ini karena tembaga memiliki sifat penghantar listrik yang baik. Akan tetapi tembaga juga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kuningan, pipa air, industri konstruksi dan lain sebagainya. Adapun suku cadang tembaga di Indonesia adalah 4,1% dari jumlah suku cadang tembaga di dunia dan memiliki presentasi 10,4% sebagai penghasil tambang tertinggi. Adapun pertambangan tembaga ini berpusat di Papua, akan tetapi ada beberapa daerah yang juga menghasilkan tambang tembaga seperti di Cikotok (Jawa Barat) dan Tirtamaya (Jawa Tengah). Tambang
tembaga terbesar di Indonesia adalah yang diusahakan PT Freeport Indonesia di
area Grasberg, Papua. PT. Freeport Indonesia adalah sebuah perusahaan
pertambangan yang mayoritas sahamnya dimiliki Freeport- McMoRan Copper &
Gold Inc. Perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil emas terbesar di dunia
melalui tambang Grasberg. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua
tempat di Papua, masing- masing tambang Ertsberg dari (1967-1988) dan tambang
Grasberg (sejak 1988), di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi
Papua. Freeport juga mengoperasikan beberapa tambang bawah tanah besar, meski
dengan kemampuan produksi yang masih berada di bawah Grasberg. Dengan cadangan
25 milyar pon tembaga, 40 juta ons emas dan 70 juta ons perak, nilainya sekitar
40 milyar dollar AS berdasarkan harga berlaku.Sifat –Sifat TembagaSifat Fisika1. Tembaga memiliki warna kuning
kemerah-merahan. 2. Unsur ini sangat mudah dibentuk,
lunak, sehingga mudah dibentuk menjadi pipa, l embaran
tipis, kawat.3. Bersifat sebagai konduktor panas dan
listrik yang bagus untuk aliran elektron.4. Tembaga bersifat keras bila tidak murni.5. Memiliki titik leleh pada 1084,62 °C,
sedangkan titik didih pada 2562 °C.Sifat Kimia1. Tembaga merupakan unsur yang relatif tidak
reaktif sehingga tahan terhadap korosi. 2. Pada udara yang lembab, permukaan
tembaga ditutupi oleh suatu lapisan yang
b erwarna hijau yang menarik dari
tembaga karbonat basa, Cu(OH)2CO3. 3. Pada suhu sekitar 300°C tembaga
dapat bereaksi dengan oksigen membentuk CuO yang
berwarna hitam. Sedangkan pada suhu yang lebih tinggi, sekitar 1000°C, akan terbentuk tembaga (I) oksida (Cu2O)
yang berwarna merah. 4. Tembaga tidak diserang oleh air
atau uap air dan asam-asam non-oksidator encer seperti
HCl encer dan H2SO4 encer, tetapi HCl pekat dan mendidih menyerang logam t embaga
dan membebaskan gas hidrogen. 5. Tembaga tidak bereaksi dengan
alkali, tetapi larut dalam amonia oleh adanya udara membentuk larutan yang berwarna biru dari kompleks Cu(NH3)4+. 6. Tembaga panas dapat bereaksi
dengan uap belerang dan halogen. Bereaksi dengan b elerang
membentuk tembaga(I) sulfida dan tembaga(II) sulfida dan untuk reaksi dengan halogen membentuk tembaga(I) klorida. GENESIS TEMBAGAGenesa endapan bijih tembaga secara garis
besar dapat dibagi 2 (dua) kelompok, yaitu genesa primer dan genesa sekunder.Genesa PrimerProses genesanya berada dalam lingkungan
magmatik, yaitu suatu proses yang berhubungan langsung dengan intrusi magma. Endapan
pegmatite sering dijumpai berhubungan dengan batuan plutonik tapi
umumnya granit yang kaya akan unsur alkali, aluminium, kuarsa dan beberapa
muskovit dan biotit.Endapan hidrotermal merupakan
endapan yang terbentuk dari proses pembentukan endapan pegmatite lebih lanjut,
dimana larutan bertambah dingin dan encer. Ciri khas endapan hidrotermal adalah
urat yang mengandung sulfida yang terbentuk karena adanya pengisian rekahan
(fracture) atau celah pada batuan semula, rendah, tersebar relatif merata
dengan jumlah cadangan yang besar. Endapan bahan galian ini erat hubungannya
dengan intrusi batuan Complex Subvolcanic Calcaline yang bertekstur porfitik,
membentuk endapan tembaga porfiri.
Endapan porfiri adalah endapan mineral yang
terjadi akibat suatu intrusi memiliki kadar rendah namun tersebar merata, yang
kemudian terjadi kontak dengan batuan samping yang menyebabkan terjadinya
mineralisasi, dan merupakan endapan penghasil tembaga terbesar yaitu lebih dari
50%. Sifat susunan mineral bijih endapan tembaga porfiri adalah:· Mineral utama, terdiri: pirit, kalkopirit
dan bornit.
· Mineral ikutan, terdiri: magnetit, hematite,
ilmenit, rutil, enrgit, kubanit, kasiterit,
kuebnit dan emas.· Mineral sekunder, terdiri: hematite,
kovelit, kalkosit, digenit dan tembaga natif.
Genesa
SekunderProses genesanya melalui proses ubahan
(alteration) yang terjadi pada mineral-mineral urat (vein) terutama tembaga
yang bersifat tidak stabil bila terkena pengaruh air dan udara. Mineral
sulfida Mineral - Tembaga 4yang terdapat di alam mudah sekali mengalami
perubahan. Mineral yang mengalami oksidasi dan berubah menjadi mineral sulfida
kebanyakan mempunyai sifat larut dalam air. Akhirnya didapatkan suatu massa
yang berongga terdiri dari kuarsa berkarat yang disebut Gossan (penudung besi).
Sedangkan material logam yang terlarut akan mengendap kembali pada kedalaman
yang lebih besar dan menimbulkan zona pengayaan sekunder.Pada zona diantara
permukaan tanah dan muka air tanah berlangsung sirkulasi udara dan air yang
aktif, akibatnya sulfida-sulfida akan teroksidasi menjadi sulfat-sulfat dan
logam-logam dibawa serta dalam bentuk larutan, kecuali unsur besi. Larutan
mengandung logam tidak berpindah jauh sebelum proses pengendapan berlangsung.
Karbon dioksit akan mengendapkan unsur Cu sebagai malakit dan azurit. Disamping
itu akan terbentuk mineral lain seperti kuprit, gunative, hemimorfit dan
angelesit. Sehingga terkonsentrasi kandungan logam dan kandungan kaya bijih.Apabila
larutan mengandung logam terus bergerak ke bawah sampai zona air tanah maka
akan terjadi suatu proses perubahan dari proses oksidasi menjadi proses
reduksi, karena bahan air tanah pada umumnya kekurangan oksigen. Dengan
demikian terbentuklah suatu zona pengayaan sekunder yang dikontrol oleh
afinitas bermacam logam sulfida.Logam tembaga mempunyai afinitas yang kuat
terhadap belerang, dimana larutan mengandung tembaga (Cu) akan membentuk
seperti pirit dan kalkopirit yang kemudian menghasilkan sulfida-sulfida
sekunder yang sangat kaya dengan kandungan mineral kovelit dan kalkosit. Dengan
cara seperti ini terbentuk zona pengayaan sekunder yang mengandung konsentrasi
tembaga berkadar tinggi bila dibanding bijih primer. TAHAP EKSPLORASI TEMBAGAEksplorasi tembaga adalah keseluruhan urutan
kegiatan mulai mencari letak mineralisasi sampai menentukan cadangan insitu
hasil temuan mineral tembaga yang ada.Tahap-tahap
dalam perencanaan kegiatan eksplorasi secara umum:1.
Tahap Eksplorasi PendahuluanMenurut
White (1997), dalam tahap eksplorasi pendahuluan ini tingkat ketelitian yang
diperlukan masih kecil sehingga peta-peta yang digunakan dalam eksplorasi
pendahuluan juga berskala kecil 1:50.000 sampai 1:25.000. Adapun yang dilakukan
pada tahap ini adalah:a.
Studi LiteraturDalam
tahap ini, sebelum memilih lokasi eksplorasi dilakukan studi terhadap data dan
peta-peta yang sudah ada (dari survey terdahulu), catatan lama, laporan temuan
dan lain-lain, lalu dipilih daerah yang akan disurvei. Setelah itu, studi
faktor-faktor geologi regional dan provinsi metalografi dari peta geologi
regional sangat penting untuk memilih daerah eksplorasi, karena pembentukan
endapan bahan galian dipengaruhi dan tergantung pada proses-proses geologi yang
pernah terjadi, dan tanda-tandanya dapat dilihat di lapangan.b.
Survei dan PemetaanJika
peta dasar (peta topografi) dari daerah eksplorasi sudah tersedia, maka survei
dan pemetaan singkapan (outcrop) atau gejala geologi lainnya sudah dapat
dimulai (peta topografi skala 1:50.000 atau 1:25.000). Tetapi jika belum ada,
perlu dilakukan pemetaan topografi lebih dahulu. Kalau di daerah tersebut sudah
ada peta geologi, maka hal ini sangat menguntungkan, karena survei bisa
langsung untuk mencari tanda-tanda endapan yang dicari (singkapan), melengkapi
peta geologi dan mengambil contoh dari singkapan yang penting.Selain
singkapan batuan pembawa bahan galian, yang perlu juga diperhatikan adalah
perubahan/batas batuan, orientasi lapisan batuan sedimen (jurus dan
kemiringan), orientasi sesar dan tanda-tanda lainnya. Hal-hal penting tersebut
harus diplot pada peta dasar dengan bantuan alat-alat seperti kompas geologi,
inklinometer, altimeter, serta tanda-tanda alami seperti bukit, lembah, belokan
sungai, jalan, kampung, dan lain-lain. Dengan demikian peta geologi dapat
dilengkapi atau dibuat baru (peta singkapan).Tanda-tanda yang sudah diplot pada
peta tersebut kemudian digabungkan dan dibuat penampang tegak atau model
penyebarannya (model geologi). Dengan model geologi hepatitik tersebut kemudian
dirancang pengambilan contoh dengan cara acak, pembuatan sumur uji (test pit),
pembuatan paritan (trenching), dan jika diperlukan dilakukan pemboran.
Lokasi-lokasi tersebut kemudian harus diplot dengan tepat di peta (dengan
bantuan alat ukur, teodolit, BTM, dan lain-lain).Dari kegiatan ini akan
dihasilkan model geologi, model penyebaran endapan, gambaran mengenai cadangan
geologi, kadar awal, dan lain-lain yang dipakai untuk menetapkan apakah daerah
survei yang bersangkutan memberikan harapan baik (prospek) atau tidak. Kalau
daerah tersebut mempunyai prospek yang baik maka dapat diteruskan dengan tahap
eksplorasi selanjutnya.2.
Tahap Eksplorasi DetailMenurut
(White, 1997), kegiatan utama dalam tahap ini adalah sampling dengan jarak yang
lebih dekat (rapat), yaitu dengan memperbanyak sumur uji atau lubang bor untuk
mendapatkan data yang lebih teliti mengenai penyebaran dan ketebalan cadangan
(volume cadangan), penyebaran kadar/kualitas secara mendatar maupun tegak. Dari
sampling yang rapat tersebut dihasilkan cadangan terhitung dengan klasifikasi
terukur, dengan kesalahan Mineral - Tembaga 6yang
kecil (<20%), sehingga perencanaan tambang yang dibuat menjadi lebih teliti
dan resiko dapat dihindarkan.Pengetahuan
atau data yang lebih akurat mengenai kedalaman, ketebalan, kemiringan, dan
penyebaran cadangan secara 3-Dimensi (panjang-lebar-tebal) serta data mengenai
kekuatan batuan sampling, kondisi air tanah, dan penyebaran struktur (kalau
ada) akan sangat memudahkan perencanaan kemajuan tambang, lebar/ukuran bahwa
bukaan atau kemiringan lereng tambang. Juga penting untuk merencanakan produksi
bulanan/tahunan dan pemilihan peralatan tambang maupun prioritas bantu lainnya.3.
Studi KelayakanPada
tahap ini dibuat rencana produksi, rencana kemajuan tambang, metode
penambangan, perencanaan peralatan dan rencana investasi tambang. Dengan
melakukan analisis ekonomi berdasarkan model, biaya produksi penjualan dan
pemasaran maka dapatlah diketahui apakah cadangan bahan galian yang
bersangkutan dapat ditambang dengan menguntungkan atau tidak. TAHAP
EKSPLOITASI/PENAMBANGAN TEMBAGAMenurut
Sukandarrumidi (2009), penambangan dilakukan dengan cara tambang terbuka (open
pit), apabila endapan bijih ditemukan tidak terlalu dalam. Dapat juga dilakukan
dengan penambangan dalam (underground) dengan membuat terowongan atau
pengangkutan dengan menggunakan alat-alat berat.Khusus untuk tambang tembaga
Grasberg dan Batu Hijau (Indonesia) adalah tipe porfiri. Cebakan tembaga tipe
porfiri mempunyai dimensi besar dan kadar relatif rendah sehingga atas
pertimbangan keekonomian, penambangan hanya dapat dilakukan dengan cara tambang
terbuka (open pit mining). Pengupasan lapisan penutup (overburden) dan
penambangan bijih dilakukan dengan sistem jenjang (benches). Cebakan bijih
tembaga yang sangat tebal memerlukan banyak jenjang, dengan lebar dan tinggi
jenjang diupayakan untuk dapat menahan batuan yang berhamburan saat peledakan,
dan menyediakan ruang gerak yang memadai untuk alat pembongkar (excavator) dan
unit pemuat (haulage). Gambar
3. Tambang Batu Hijau, Sumbawa, NTB dengan cara tambang terbuka (open pit
mining)Tahapan
eksploitasi tambang terbuka tembaga:1.
PengeboranPengeboran
merupakan tahap awal untuk menghasilkan lubang siap ledak (blast holes).
Lubang siap ledak kemudian diledakkan dengan menggunakan bahan peledak yang
sudah ditentukan di bagian peledakan (blasting group) untuk menghasilkan
material hancur hasil peledakan (broken muck) yang selanjutnya digali
oleh alat gali dan dimuat oleh alat angkut (dump truck). Tahapan inti
dalam proses pengeboran adalah: a.
Persiapan dan pembersihan lokasi pengeboranKegiatan
utamanya adalah menyiapkan rencana lokasi pengeboran yang rata untuk mesin bor,
membuat tanggul yang aman untuk memisahkan posisi mesin bor dari alat lainnya,
dan membersihkan batas material atau lumpur dari sisa peledakan sebelumnya. Disini
ditentukan tanda batas lokasi pengeboran yang umumnya berbentuk kotak/persegi
empat atau berbatasan langsung dengan hasil peledakan yang sudah dilakukan
sebelumnya. Proses persiapan dan pembersihan lokasi pengeboran dengan
menggunakan dozer Caterpillar seri D10 atau seri D11.b.
Pelaksanaan pengeboran produksiPengeboran
dilakukan dengan menggunakan mesin bor. Pola pengeboran bisa menggunakan “pola
pengeboran manual” atau “pola pengeboran dengan sistem Aquila”. Pola pengeboran
manual menggunakan patok-patok kayu sebagai tanda posisi lubang yang harus
dibor yang diletakkan di tanah dan dilengkapi dengan keterangan survey mengenai
kedalaman lubang yang harus dibor. Sementara pengeboran dengan sistem Aquila
sudah terpasang pada semua mesin bor mengandalkan sistem pandu satelit (Global
Positioning System atau GPS) yang terhubung langsung ke antenna mesin
bor untuk memandu operator mengikuti pola dan kedalaman pengeboran.Setelah
proses pengeboran, mesin bor dipindahkan ke lokasi pengeboran lainnya atau
menunggu sampai proses peledakan lubang bor tersebut selesai. Pemindahan mesin
bor untuk jarak lebih dari 500 meter diangkut dengan alat bantu yang disebut
mesin lowboy.2.
PeledakanSetelah
lubang bor dibuat, juru ledak akan memeriksa setiap lubang bor untuk memastikan
kedalaman lubang tersebut sebelum dilakukan pengisian bahan peledak (explosive).
Setelah lubang disetujui, lubang diisi dengan primer (detonator+booster) dan
bahan peledak sesuai dengan kandungan air di dalamnya.3.
PenggalianProses
penggalian dilakukan dengan menggunakan alat gali atau shovel untuk menggali
material hasil peledakan atau material lepas yang berupa bijih atau batuan
penutup.Ada
dua jenis shovel yang digunakan dalam operasi penambangan tambang tembaga:
yaitu:a.
Shovel listrik, yaitu alat gali yang digerakkan dengan tenaga listrik.b.
Shovel hidraulik, yaitu alat gali yang digerakkan dengan sistem hidraulik.Ada
dua metode proses penggalian, yaitu:a.
Single side loading, yaitu metode penggalian di mana ketika menerima muatan,
truk berada pada satu sisi shovel. Dengan demikian ketika salah satu truk
sedang diberi muatan, truk kedua dalam posisi antri atau pre-spot. Hidraulik
shovel umumnya menggunakan metode single side loading dan dilakukan di sisi
kiri shovel. Shovel listrik dilakukan bila loading area hanya bisa untuk
maneuver satu truk saja.b.
Double side loading, yaitu metode penggalian di mana ketika menerima muatan,
truk berada pada kedua sisi shovel sehingga ketika salah satu truk sedang
diberi muatan, truk kedua berada pada posisi menerima muatan di sisi lain.
Metode ini pada umumnya diterapkan untuk shovel listrik dengan lebar area
loading yang memenuhi syarat dua kali radius putar truk yang ditugaskan di
shovel tersebut.4.
PengangkutanBijih
atau batuan penutup yang sudah digali kemudian diangkut ke dalam alat angkut
yang dikenal sebagai truk angkut tambang (dump truck). Setelah dilakukan
pengisian oleh shovel, truk akan menuju ke tempat pembuangan yang telah
ditentukan sesuai dengan materialnya. Jika truk mengangkut bijih, material yang
diangkut akan dibuang ke crusher bijih atau stockpile bijih.
Jika material yang diangkut adalah bahan penutup, material akan dibuang
ke crusher overburden (OHS:Overburden Handling
System) atau ke overburden pump.5.
Penggerusan bijih atau batuanSaat
ini Grasberg ditambang dengan metode tambang terbuka. Namun karena bukaan yang
semakin dalam, sekitar tahun 2015, cara penambangan akan diubah menjadi tambang
bawah tanah. Jika semua terwujud, tambang bawah tanah Grasberg akan menjadi
salah satu yang terbesar. PENGOLAHAN
BIJIH TEMBAGAPengolahan
bijih tembaga melalui beberapa tahap, yaitu:A. Pengapungan
(flotasi)Proses
pengapungan atau flotasi di awali dengan pengecilan ukuran bijih kemudian
digiling sampai terbentuk butiran halus. Bijih yang telah dihaluskan dimasukkan
ke dalam campuran air dan suatu minyak tertentu. Kemudian udara ditiupkan ke
dalam campuran untuk menghasilkan gelembung-gelembung udara. Bagian bijih yang
mengandung logam yang tidak berikatan dengan air akan berikatan dengan minyak
dan menempel pada gelembung-gelembung udara yang kemudian mengapung ke
permukaan. Selanjutnya gelembung-gelembung udara yang membawa partikel-partikel
logam dan mengapung ini dipisahkan kemudian dipekatkan.B.
PemangganganBijih
pekat hasil pengapungan selanjutnya dipanggang dalam udara terbatas pada suhu
dibawah titik lelehnya guna menghilangkan air yang mungkin masih ada pada saat
pemekatan dan belerang yang hilang sebagai belerang dioksida.Mineral -
Tembaga 12Campuran
yang diperoleh dari proses pemanggangan ini disebut calcine, yang
mengandung Cu2S, FeO dan mungkin masih mengandung sedikit FeS. Setelah itu
calcine disilika guna mengubah besi(II) oksida menjadi suatu sanga atau slag
besi(II) silikat yang kemudian dapat dipisahkan. Reaksinya sebagai berikut.Tembaga(I)
sulfida yang diperoleh pada tahap ini disebut matte dan
kemungkinan masih mengandung sedikit besi(II) sulfideC.
ReduksiCu2S
atau matte yang yang diperoleh kemudian direduksi dengan cara dipanaskan dengan
udara terkontrol, sesuai reaksi2Cu2S(s) +
3O2(g) ―→ 2Cu2O(s) + 2SO2(g)Cu2S(s) +
2Cu2O(s) ―→ 6Cu(s) + SO2(g)Tembaga
yang diperoleh pada tahap ini disebut blister atau tembaga lepuhansebab
mengandung rongga-rongga yang berisi udara.D.
ElektrolisisBlister
atau tembaga lepuhan masih mengandung misalnya Ag, Au, dan Pt kemudian
dimurnikan dengan cara elektrolisis. Pada elektrolisis tembaga kotor (tidak murni)
dipasang sebagai anoda dan katoda digunakan tembaga murni, dengan elektrolit
larutan tembaga(II) sulfat (CuSO4). Selama proses elektrolisis berlangsung
tembaga di anoda teroksidasi menjadi Cu2+ kemudian direduksi di katoda menjadi
logam Cu.Katoda
: Cu2+(aq) + 2e → Cu(s)Anoda
: Cu(s) → Cu2+(aq) + 2ePada
proses ini anoda semakin berkurang dan katoda (tembaga murni) makin bertambah
banyak, sedangkan pengotor-pengotor yang berupa Ag, Au, dan Pt mengendap
sebagai lumpur.6.
KEGUNAAN TEMBAGA Logam
Tembaga, kegunaan:a.
Sebagai campuran untuk membuat perunggu (Cu 90% dan Sn10%) untuk membuat
patung, indutri arloji, atau ornamenb.
Sebagai campuran untuk membuat monel (Ni 70% dan Cu 30%)c. Sebagai
campuran membuat duralium (Al 96% dan Cu 4%) untuk komponen pesawat
d.
Sebagai campuran untuk membuat perhiasan (Cu 45% dan Au 55%)e.
Sebagai campuran untuk membuat kuningan (Cu 70% dan Zn 30%) untuk membuat
aksesoris, alat musik, atau ornamenf. Sebagai
campuran membuat kupronikel, (Cu 75% dan Ni 25%) untuk membuat uang koin logam
(contoh logam Amerika) dan logam-logam senjata mengandung tembagag.
Alat-alat listrik seperti, kabel istrik, kumparan dinamo dan komponen berbagai
alat elektronik, alnico, pipa, motor listrik, generator, kabel transmisi,
instalasi listrik rumah dan industri, kendaraan bermotor, konduktor listrik,
kabel dan tabung coaxial, tabung microwave, sakelar, reaktifier transsistor,
kawat, pematrian, alat-alat dapurh.
Sebagai bahan penahan untuk bangunan dan beberapa bagian kapali.
Serbuk tembaga digunakan sebagai katalisator untuk mengoksidasi metanol menjadi
metanal. Senyawa
Tembaga, kegunaan:
a.
Tembaga (II) Oksida (CuO), sebagai insektisida, bahan baterai, bahan penyepuh
dan bahan pewarna hitam untuk keramik, bahan gelas, porselen dan rayonb.
Tembaga (II) Sulfat (CuSO4), sebagai antilumut pada kolam renang dan memberikan
warna biru pada air, pengawet kayu, penyepuhan dan zat aditif dalam radiatorc.
Tembaga (II) Klorida (CuCl2), sebagai pewarna keramik dan gelas, pabrik tinta,
untuk menghilangkan kandungan belerang pada pengolahan minya, dan fotografi
serta pengawet kayu dan katalid.
Campuran CuSO4 dan Ca(OH)2, disebut bubur boderiux banyak
digunakan untuk mematikan serangga atau hama tanaman, pencegah jamur pada sayur
dan buahe.
Cu(OH)2 yang larut dalam larutan NH4OH membentuk ion kompleks cupri tetramin
(dikenal sebagai larutan schweitser), digunakan untuk melarutkan
selulosa pada pembuatan rayon (sutera buatan).Tembaga adalah unsur kimia yang
diberi lambang Cu (Latin: cuprum). Logam ini merupakan penghantar listrik dan
panas yang baik.dan merupakan bahan logam yang sangat popular untuk
berbagai jenis ke butuhan ,baik untuk industrialisasi ,kesehatan ,militer,kerajinan
dan lain-lainPenggunaan tembaga dapat dilacak sampai 10,000 tahun yang lalu.
Sebelum tembaga, diperkirakan hanya besi dan emas, logam yang terlebih dahulu
digunakan manusia,termasuk mungkin kerajinan tembaga untuk keperluan alat rumah tangga di
dalam nya
Komentar
Posting Komentar